Archive for March, 2008

Published by Arif Isnaeni on 26 Mar 2008

High Gain and High Risk

Reksadana campuran ataupun reksadana saham memang merupakan intrumen yang memiliki resiko yang besar (sebagaimana kemungkinan gainnya juga besar). Saat-saat dimana pertumbuhan ekonomi tidak menentu seperti saat ini sepertinya bukan saat yang tepat untuk berinvestasi reksadana. NAV cenderung turun beberapa minggu terakhir ini.

Ada satu hal yang saat ini masih menjadi pertanyaan saya, benarkah reksadana diperuntukkan sebagai investasi jangka panjang?

Sepertinya Reksadana sebagai investasi jangka panjang hanya berlaku pada saat pertumbuhan ekonomi dalam keadaan baik. Jika seperti saat ini mungkin kita harus berperan sebagai spekulan, jual pada saat NAV tingga dan beli pada saat kita merasa NAV mencapai titik terendah (bisa dapat untung kalo analisa kita memang benar). Keberadaan spekulan ini sepertinya juga menguntungkan bagi MI, lihat saja redemption fee pada prospektus Reksadana Mandiri Investa Syariah Berimbang berikut:

Published by Arif Isnaeni on 13 Mar 2008

Investasi Reksadana Pertamaku

Beberapa bulan yang lalu, saya mencari cara menyimpan uang yang lebih aman dari inflasi, kemundian muncul ide tabungan emas, dibilang lebih aman karena nilai inflasi Rupiah yang tidak menentu dibandingkan dengan bunga bank, gimana kalo terjadi inflasi besar-besaran seperti tahun 1997?

produk tabungan emas ini ini pernah ada di Bank Muamalat, tetapi dari hasil browsing yang saya lakukan, ternyata produk itu sudah tidak ada.

kemudian ketemu artikel di situs bank mandiri, tetapi setelah dibaca, ternyata produk ini belum diluncurkan, katanya akan muncul akhir tahun 2007, tapi ini kan sudah 2008?

kemudian timbullah ide untuk menginvestaikan dana saya di reksadana, pengennya reksadana syariah, tanya lagi Mr.google tentang reksadana syariah, kemudian muncul nama Manager Investasi dan Agen yang menjual reksadana syariah seperti bnisecurities, mandiri investa, dan danareksa.

mulai dari bnisecurities… situsnya aku buka-buka…… e……….ternyata saya harus buka tabungan minimal 50 juta (yang juga merupakan limit transaksi) …wualah gede juga………..nggak jadi lah………..

hari berikutnya saya coba search di bank mandiri dan mandiri investasi

di situs ini ada 2 produk reksadana syariah yaitu:

  1. Reksa Dana Saham: Reksa Dana Mandiri Investa Atraktif- Syariah >> investasi minimal 500.000
  2. Reksa Dana Campuran: Reksa Dana Mandiri Investa Syariah Berimbang >> investasi minimal 1.000.000

tapi sayangnya di situs ini belum ada keterngan mengenai ..bagaimana cara pembeliannya… akhinya saya telpon customer service bank mandiri 021-52997777, kemudian saya diminta untuk menelpon customer service mandiri investasi, katanya tidak ada minimum saldo tabungan untuk bisa membeli reksadana di bank mandiri, kemudian saya disarakan untuk langsung ke cabang Pelni (yang paling dekat kantor)..

disana saya bertemu dengan customer service bank mandiri, kemudian saya diminta untuk mengisi formulir pembukaan rekening, dan nilai reksadana yang dibeli, kemudian ke teller.. dan sehari kemudian saya diminta datang lagi untuk mengambil confirmation statement (bukti pembelian unit reksadana) sementara, dan baru sekitar seminggu kemudian akan dikirimkan confirmation statement yang asli.

Published by Arif Isnaeni on 05 Mar 2008

Dasar-dasar Investasi & Reksadana [forumreksadana]

Dasar-dasar Investasi & Reksadana

Jika anda adalah investor pemula, atau sedang mencari informasi tentang konsep investasi reksadana, maka ini adalah tempat yang tepat untuk mengawalinya. Bagian ini dibuat untuk memberikan dasar-dasar investasi yang akan diperlukan.

Adalah penting bagi anda untuk memahami konsep ini terlebih dahulu, karena baru setelah itu anda akan dapat membuat perencanaan keuangan sendiri dan dapat mengelola kekayaan finansial dengan baik.

Diyakini sepenuhnya bahwa reksadana adalah instrumen investasi terbaik untuk mencapai tujuan finansial jangka panjang. Jadi, di sini akan ditunjukkan dasar-dasar perencanaan keuangan, strategi investasi reksadana dan pengetahuan untuk membantu anda membuat keputusan investasi yang lebih baik.Kenali Diri Sendiri
Kita semua memerlukan banyak uang dalam kehidupan kita. Uang untuk membayar kredit perumahan, kredit kendaraan, pajak penghasilan, dan berbagai macam tagihan yang lain. Kita memerlukan uang untuk membeli berbagai macam hal yang kita inginkan dan terkadang untuk memanjakan diri kita sendiri. Kita memerlukan uang untuk mulai membentuk keluarga dan membesarkan anak-anak kita. Di usia tua, saat kita tidak lagi memiliki penghasilan pun, kita bahkan masih memerlukan uang agar tetap dapat hidup dengan layak.

Sulit memang. Tapi kabar baiknya adalah bahwa kita tetap dapat pensiun dengan nyaman. Dengan berinvestasi secara bijaksana mulai sekarang, kita semua dapat menghasilkan uang yang cukup untuk dapat mengatasi berbagai masalah diatas dan mungkin bahkan lebih.

Tetapi karena dalam setiap investasi selalu terkandung unsur risiko di dalamnya, maka sebelum anda mulai menginvestasikan uang yang telah anda peroleh dengan susah payah, ada beberapa hal yang perlu anda ketahui terlebih dahulu:

  • Berapa banyak uang yang akan anda perlukan di masa depan? (perencanaan masa depan)
  • Seberapa besar risiko yang dapat anda terima? (tingkat risiko)
  • Berapa lama anda mau menunggu sebelum anda dapat mengambil profit? (jangka waktu)
  • Perencanaan Masa Depan
    Jika anda tidak dapat memikirkan dan memutuskan tujuan finansial anda sendiri, maka anda akan stress karena selalu merasa kekurangan. Anda tidak akan pernah tahu seberapa banyak sebenarnya yang dianggap cukup.

    Jadi, hal pertama yang perlu anda tentukan adalah berapa banyak sebenarnya yang diperlukan untuk membayar semua pengeluaran dalam hidup anda, dan juga untuk dapat pensiun dalam keadaan yang relatif layak dan nyaman.

    Tingkat Risiko
    Setiap jenis reksadana yang berbeda juga akan memiliki tingkat risiko yang berbeda. Ada sebagian yang berinvestasi dalam instrumen-instrumen “pendapatan tetap” (fixed income) seperti obligasi yang relatif berisiko rendah dan memiliki volatilitas atau gejolak yang kecil. Lalu ada juga yang berinvestasi dalam “sektor berkembang” (growth sectors), yaitu pada saham-saham perusahaan dalam industri-industri berkembang. Reksadana jenis ini bisa sangat bergejolak dan harganya bisa naik dan turun dengan sangat dramatis.

    Risiko pada umumnya dapat digambarkan oleh gejolak harga. Dan biasanya reksadana yang memiliki gejolak tinggi akan menghasilkan profit yang juga lebih tinggi. Jadi semakin besar risiko yang bersedia anda terima, semakin besar juga potensi profit atau keuntungan finansial anda.

    Mungkin anda berpikir bahwa anda adalah seorang konservatif yang hanya dapat menerima risiko yang kecil? Sebenarnya, anda mungkin dapat menerima risiko yang bahkan lebih besar daripada yang anda kira. Anda hanya perlu mengenali bahaya yang menyertai risiko tersebut dan lalu mempelajari beberapa strategi untuk melindungi diri.

    Jangka Waktu
    Berikutnya yang perlu anda tanyakan pada diri sendiri adalah: “Berapa cepat anda menginginkan pengembalian atas investasi anda?”

    Aturannya adalah seperti ini: semakin lama jangka waktu investasi anda, maka semakin besar pula peluang investasi anda tersebut untuk menghasilkan profit. Juga, anda akan sanggup dalam menghadapi lebih banyak resiko. Jika anda dipaksa untuk memperoleh keuntungan dalam waktu yang singkat, maka kemungkinan besar anda akan gagal. Ini karena pasar tidak dapat diprediksi.

    Walaupun memang benar bahwa untuk jangka panjang, reksadana akan memberikan profit yang besar, tetapi dalam jangka pendek, harga bisa naik atau sebaliknya turun. Jika anda mengalami situasi penurunan harga, padahal anda tidak sanggup menunggu lebih lama lagi (untuk menunggu kembali naiknya harga tersebut), maka anda terpaksa harus menjualnya saat itu juga dengan merugi.

    Reksadana adalah instrumen investasi jangka menengah hingga panjang. Yang menjadi sahabat terbaik dari semua investor jangka panjang adalah waktu. Jika anda dapat menjadikan waktu sebagai sahabat terbaik dari investasi anda, maka tidak saja anda akan dapat selamat dari gejolak pasar, tetapi anda bahkan juga akan memperoleh profit besar.

    Kenali Komitmen Anda
    Budgeting/Penganggaran
    Sebelum anda bertindak lebih jauh untuk menginvestasikan semua dana yang anda miliki ke dalam reksadana, anda perlu mengingat apakah anda masih memiliki setumpuk tagihan yang belum dibayarkan?

    Kecuali anda memang benar-benar kaya raya, maka besar kemungkinan anda masih perlu untuk memiliki rencana tentang pengeluaran atas penghasilan anda setiap bulannya. Ini berarti menganggarkan pengeluaran untuk biaya hidup, pinjaman finansial, biaya sekolah anak, tiket pertunjukan hiburan dan lain sebagainya.

    Baru setelah anda memenuhi semua komitmen tersebut, anda akan tahu berapa sebenarnya kemampuan anda untuk berinvestasi setiap bulannya. Jika jumlah uang yang tersisa setelah membayar kewajiban-kewajiban tersebut masih dirasa terlalu kecil, berarti perlu penyesuaian anggaran bulanan untuk dapat mencapai tujuan investasi tersebut.

    Membuat anggaran keuangan adalah cara yang paling realistik untuk memastikan bahwa pengeluaran uang tersebut telah sesuai seperti yang direncanakan.

    Konsisten & Konsekuen

    Bagian tersulit dalam penganggaran keuangan adalah untuk tetap konsisten dalam menerapkannya. Jika anda berpikir bahwa anda akan menutupi kelebihan pengeluaran bulan ini dengan mengurangi pengeluaran bulan depan, maka anda hanya mencari masalah. Sebagaimana yang anda tahu bahwa sangat jarang kita akan dapat melakukan hal seperti itu. Yang lebih sering terjadi adalah kita hanya akan melupakannya dan lalu bertanya-tanya, lari kemana saja uang saya selama ini?

    Lalu bagaimana agar anda dapat tetap konsisten menerapkan anggaran tersebut? Cara paling efisien dan terbukti adalah dengan menetapkan tujuan atau goals. Dengan tujuan yang telah ditetapkan, maka anda akan lebih termotivasi untuk konsisten dalam menerapkan anggaran anda. Ada konsekuensi bahwa jika anda tidak menerapkan anggaran tersebut dengan konsisten, maka anda juga tidak akan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya

    Penetapan Tujuan
    Setiap perjalanan memerlukan tujuan. Setiap rencana pemasaran memerlukan sasaran. Demikian juga setiap rencana investasi memerlukan goals atau tujuan.

    Untuk apa anda menabung? Apakah untuk dana pensiun? Perjalanan ke Eropa bersama keluarga? Pembayaran di muka untuk pembelian rumah? Untuk pendidikan anak? Atau mungkin untuk pembelian rumah kedua?

    Prioritas
    Ada beberapa tujuan berbeda yang mungkin ingin anda capai. Tetapi karena keterbatasan fisik dan kendala waktu, beberapa pilihan harus dibuat berkaitan dengan pencapaian tujuan-tujuan tersebut. Dengan kata lain anda harus melakukan prioritas.

    Melakukan prioritas berarti memutuskan mana diantara berbagai tujuan tersebut yang lebih penting. Tujuan finansial, yang lebih sering terjadi daripada tidak, berbenturan dengan tujuan yang lain. Pengeluaran biaya untuk wisata keluarga ke Eropa dapat menghabiskan uang yang seharusnya dapat digunakan sebagai pembayaran awal untuk mobil baru.

    Prinsipnya adalah demikian: anda seharusnya baru mengakomodasi tujuan yang lebih kecil jika tujuan yang lebih besar telah terakomodasi dengan baik.

    Setelah anda memprioritaskan tujuan dan tahu mana yang seharusnya dikerjakan lebih dulu, perhitungkan jumlah uang yang diperlukan untuk tujuan tersebut. Cobalah untuk memperkirakannya seakurat mungkin. Mungkin anda akan merasa sedikit kecut melihat besarnya uang yang diperlukan tersebut. Tetapi jangan khawatir, jika anda telah merencanakannya dengan baik, maka peluang anda untuk memiliki jumlah uang tersebut pada saat anda memerlukannya akan meningkat dengan drastis.

    Bunga Berganda: Jembatan Emas Menuju Kebebasan Finansial
    Sekali lagi dikatakan bahwa waktu adalah sahabat terbaik dalam mencapai tujuan keuangan anda. Selain dari pentingnya jangka waktu yang panjang untuk dapat bertahan dari risiko pasar, konsep jangka waktu juga memiliki kekuatan lain yang juga tidak kalah pentingnya, yaitu yang disebut dengan efek bunga berganda atau bunga berbunga (compounding effect).

    Kutip
    Compounding is mankind’s greatest invention because it allows for the reliable, systematic accumulation of wealth.
    [ Albert Einstein]

    Jika anda dapat memanfaatkan waktu dengan baik, maka hampir setiap tujuan keuangan yang realistik akan dapat dicapai dengan kekuatan compounding effect tersebut, yang pada dasarnya adalah sejumlah kecil uang yang diinvestasikan dengan benar selama kurun waktu yang lama, sehingga akan berkembang menjadi jumlah yang sangat besar.

    Compounding adalah jembatan emas menuju kebebasan finansial. Compounding adalah jalan yang aman, jalan yang walau lambat tetapi pasti dan yang lebih baiknya lagi, siapapun dapat melakukannya.

    Dalam jangka pendek, compounding akan sangat membosankan, terutama jika anda kurang dapat mengendalikan diri untuk tidak menggunakan uang tersebut. Atau mungkin lebih baik untuk dikatakan bahwa compounding akan sangat membosankan, sampai dengan (setelah beberapa tahun ke depan) saat dana tersebut telah mulai berkembang pesat dengan sendirinya.

    Jika hal tersebut telah terjadi, maka percayalah bahwa proses compounding tersebut akan meledak secara eksponensial sehingga menjadi sangat menarik dan bahkan benar-benar sangat menakjubkan sehingga anda akan merasa bahwa seluruh pengorbanan anda selama ini tidaklah percuma.

    Kutip
    Dalam usaha untuk lebih menekankan pentingnya kekuatan compounding, berikut ini diilustrasikan sebuah studi untuk contoh kasus.

    Dalam studi ini kita anggap bahwa investor A membuka investasi atau tabungan pada usia 19 tahun. Selama 7 tahun berturut-turut ia menyetorkan Rp. 1.000.000 ke dalam rekening tabungannya dengan suku bunga per tahun 12%. Setelah 7 tahun, investor A ini sama sekali tidak lagi menyetor apapun ke dalam rekening tabungannya.

    Sementara itu investor kedua (B) baru membuka investasi atau tabungan pada usia 26 (sebaliknya ini adalah bertepatan dengan saat investor A baru saja berhenti sama sekali untuk secara rutin melakukan setoran tiap tahun ke rekeningnya). Investor B ini secara rutin dan konsisten terus menyetorkan jumlah yang sama seperti investor A ke rekeningnya, yaitu sebanyak Rp. 1.000.000 sampai dengan ia berusia 65 tahun, dengan tingkat pengembalian atau return per tahun yang juga sama, yaitu sebesar 12%.

    Sekarang mari kita lihat perbandingan hasilnya yang sangat luar biasa menakjubkan dan mungkin belum pernah anda bayangkan sebelumnya.

    Investor A yang hanya memberikan setoran selama 7 kali berturut-turut setiap tahun tetapi lebih awal, pada akhirnya memiliki profit atau keuntungan yang bahkan jauh lebih besar daripada investor B yang telah menyetorkan 40 kali tetapi dengan waktu yang terlambat.

    Sekali lagi, perbedaan antara kedua investor tersebut adalah, A yang 7 tahun lebih awal membuka investasi dibandingkan B. Dengan jumlah setoran A yang sama dan “hanya” 7 tahun tetapi lebih awal itu, pada akhirnya jauh lebih banyak menghasilkan profit dan bahkan tidak akan pernah dapat terkejar oleh profit dari hasil setoran rutin B dengan tingkat suku bunga yang sama.

    Jadi kesimpulannya adalah uang anda sebaiknya diinvestasikan dalam jangka waktu yang panjang dan sedini mungkin. Semakin panjang dan semakin dini akan semakin baik.

    Intinya adalah agar dapat memanfaatkan waktu dengan baik, anda perlu memutuskan dengan segera, mana diantara berbagai tujuan finansial tersebut yang layak untuk dikejar dan lalu mulai menerapkan strategi untuk itu.

    Tujuan yang telah ditetapkan tersebut akan memberikan gambaran kasar tentang berapa banyak uang yang akan anda perlukan. Lalu anda dapat mulai memikirkan tentang reksadana mana yang mungkin cocok untuk anda dan juga tingkat pengembalian sebesar apa yang anda harapkan.

    Anda sebaiknya merencanakan keuangan anda dan menganggarkannya sesuai dengan tujuan ini. Untuk setiap pengeluaran untuk suatu pembelian ataupun investasi yang sekiranya tidak membantu pencapaian tujuan, anda perlu bertanya kepada diri sendiri apakah pengeluaran yang akan dilakukan memang benar-benar perlu?

    SekaDisiplin rang anda telah mengenali toleransi risiko anda, konsep jangka waktu, telah merencanakan anggaran dan juga menetapkan tujuan, lalu selanjutnya apa? Sekarang adalah bagian tersulit dalam menjalani investasi, yaitu berdisiplin.

    Bagi Yang Berdisiplin

    Beberapa dari anda mungkin berkata, “Itu mudah, saya adalah orang yang selalu disiplin dalam hidup saya. Seberapa sulit kira-kira rencana investasi ini?”

    Bayangkan ini: anak anda semuanya telah tumbuh dewasa dan akan masuk ke perguruan tinggi di kota atau negara lain pada tahun ini. Anda melihat bahwa diperlukan sejumlah besar uang untuk biaya kuliah, buku-buku, biaya hidup dan sebagainya. Anda merasa bahwa anda telah mempersiapkan segalanya, lalu tiba-tiba orang tua anda jatuh sakit dan memerlukan uang untuk operasi bedah jantung. Satu-satunya cara agar anda dapat mendanai kedua keperluan tersebut adalah dengan menarik investasi yang dimaksudkan untuk dana pensiun anda. Lalu apa yang hendak anda lakukan?

    Baiklah, mungkin contoh diatas terlalu drastis, tapi setidaknya anda telah dapat memahami bahwa konflik tujuan seperti itu bisa saja terjadi. Untuk memastikan bahwa anda dapat tetap konsisten dengan tujuan anda, anda seharusnya dapat mengkompromikan rintangan tersebut agar tidak sampai mengubah tujuan finansial yang telah direncanakan.

    Pada contoh sebelumnya, mungkin anda dapat mengambil pinjaman untuk menutupi biaya kuliah anak anda atau biaya pengobatan orangtua anda, serta mengurangi level gaya hidup anda, tentunya tanpa harus mengorbankan investasi anda secara keseluruhan.

    Bagi Yang Kurang Bisa Berdisiplin
    Bagi mereka yang bermasalah dengan kedisiplinan (anda merasa bahwa apapun yang anda inginkan harus dibeli dan dimiliki), ini bahkan lebih penting. Jika anda terus menerus mengkompromikan rencana jangka panjang anda dengan keinginan-keinginan jangka pendek, maka anda tidak akan pernah dapat mencapai tujuan.

    Kutip
    Tips bagi mereka yang kurang bisa berdisiplin dalam menyisihkan sebagian penghasilannya untuk ditabung atau diinvestasikan:

    • Jika anda memang telah benar-benar berniat untuk menyisihkan sebagian dari penghasilan anda untuk ditabung atau diinvestasikan, maka jangan pernah berkomitmen untuk hanya menggunakan “sisa” dari penghasilan anda untuk ditabung (ataupun untuk membayar kewajiban seperti tagihan bulanan dan hutang). Mengapa? Tentu saja karena dengan karakteristik anda yang seperti itu, anda tidak akan pernah memiliki uang sisa.
    • Daripada menggunakan uang sisa, maka akan lebih baik jika anda melakukan hal yang sebaliknya. Hal pertama yang harus anda lakukan setelah menerima penghasilan atau gaji adalah segera menyisihkannya untuk membayar berbagai kewajiban finansial (tagihan bulanan, hutang dan lain sebagainya). Setelah itu segera sisihkan sebagian lagi untuk ditabung. Dan baru setelah itu semua anda lakukan, anda boleh menggunakan sampai habis semua uang yang masih tersisa untuk bulan itu sesuai dengan keinginan anda, bahkan untuk keinginan yang dapat dianggap paling kurang berguna dan paling konsumtif sekalipun
    • Usahakan sebisa mungkin agar anda dapat tetap bertahan selama bulan itu hanya dengan uang sisa setelah disisihkan untuk kewajiban dan tabungan tersebut, tanpa berhutang ataupun mengambil kredit apapun. Percaya atau tidak, tetapi jika dipaksakan juga, sebenarnya anda mampu bertahan. Walaupun kredit dan berhutang bukanlah sesuatu yang ilegal ataupun haram, tapi jika tidak benar-benar terpaksa, sebaiknya dihindari jauh-jauh karena ada unsur risiko di dalamnya. Untuk apa jika anda telah menyisihkan penghasilan tetapi toh pada akhirnya berhutang juga?
    • Tips yang lain adalah, sebisa mungkin jangan membuka rekening tabungan atau investasi yang terlalu memudahkan bagi anda sendiri untuk mencairkannya, karena ini akan menggoda anda untuk selalu mencairkannya kapanpun anda ingin. Rekening reksadana sangat ideal untuk tujuan ini karena proses pencairannya walaupun juga mudah dan dapat dicairkan kapanpun, tetapi tidak secepat rekening tabungan biasa (yang instan melalui ATM) dan biasanya memerlukan waktu cukup lama (paling lambat 5 hari kerja, tapi biasanya dalam 2-4 hari kerja sudah cair - cukup untuk dapat menahan sifat konsumtif anda, tetapi di sisi lain juga cukup likuid di saat anda benar-benar memerlukannya dalam keadaan darurat).

    Disiplin tidak harus berarti bersikap kaku dan tidak luwes terhadap tujuan anda, tetapi lebih untuk menjaga agar tujuan tersebut tetap berada pada jalurnya.

    Akan ada saatnya ketika anda merasa bahwa anda harus mengubah rencana. Tidak masalah selama anda telah merencanakannya dengan matang dan juga telah menyesuaikannya dengan tujuan yang baru juga. Sering, kebutuhan anda akan berubah setiap waktu sehingga sebaiknya anda meninjau kembali prioritas anda mungkin setiap lima tahun, untuk memastikan bahwa rencana tersebut masih berjalan sesuai dengan harapan.

    Simulator: Menjadi Kaya Itu Mudah
    Untuk mempermudah anda menetapkan tujuan dengan lebih realistik sesuai dengan tingkat penghasilan dan gaya hidup anda sekarang, berikut ini diberikan program simulator untuk memproyeksikan berbagai skenario investasi yang mungkin. Program ini adalah berupa file Microsoft Excel (.xls), hingga anda perlu memiliki software tersebut untuk dapat menjalankannya.

    Terdapat beberapa cell berupa variabel yang dapat diubah-ubah (cell-cell yang berwarna hijau, yaitu % Inflasi per thn, % Return per thn, Open Balance dan Input Setor/Tarik). Tetapi jika perlu sebaiknya anda cukup mengubah-ubah hanya dua di antaranya, yaitu cell Open Balance dan Input Setor/Tarik. Demi kemudahan pemahaman, maka % Inflasi per thn dianggap nol, sedangkan % Return per thn telah dimasukkan angka default yang dianggap cukup realistik untuk return reksadana saham saat ini, yaitu sebesar 24% per thn. % Inflasi per thn akan berefek pada Setor/Tarik bulan berikutnya.

    Open Balance adalah setoran awal (hanya sekali). Setor/Tarik adalah penyetoran ataupun penarikan investasi rutin (angka yang dimasukkan harus positif jika Setor, dan negatif jika Tarik) yang dilakukan setiap bulan dengan jumlah sesuai dengan yang dimasukkan pada kolom Input Setor/Tarik. Angka yang dimasukkan pada cell akan diulang pada Setor/Tarik bulan berikutnya, misalkan jika hanya ingin top up pada bulan ke-1 sampai dengan bulan ke-6, maka pada bulan ke-7 harus diinput angka 0, dan demikian seterusnya.

    Simulator ini dibuat untuk dapat memproyeksikan investasi hingga 50 tahun ke depan.

    Mengapa dikatakan dalam sub judul di atas bahwa menjadi kaya itu mudah? Tidakkah itu terlalu mengada-ada? Hanya dengan setoran rutin yang cukup terjangkau sebesar Rp. 100.000 per bulan (atau jika anda malas dan bermasalah dengan kedisiplinan untuk melakukan setoran rutin, maka cukup dengan setoran modal awal (pada Open Balance) sekali saja seumur hidup sebesar Rp. 5.000.000), dalam 25 tahun ke depan, maka investasi anda telah berkembang menjadi sebesar kurang lebih 1,9 milyar rupiah (ini tentu saja dengan mengasumsikan bahwa makro ekonomi dari investasi yang dimaksud baik-baik saja selama itu hingga tingkat return atau pengembalian yang digunakan dalam simulator tersebut juga dapat relatif stabil).

    Jika saat ini anda berusia 25 tahun dan baru bekerja dan baru mulai berinvestasi, maka pada usia pensiun anda, yaitu pada usia 50 tahun, paling tidak anda telah memiliki dana pensiun sebesar kurang lebih 1,9 milyar rupiah, jumlah yang tidak jelek sama sekali untuk dapat membuat anda tenang dan hidup layak di usia tua.

    Belum percaya dan masih ragu? Silakan download program simulator yang dimaksud di bawah ini.
    Simulator.zip (37.48 KB)

    Jenis-jenis Investasi
    Setelah kita mengetahui berbagai kriteria penting untuk investor, kita akan melanjutkan ke tahap berikutnya untuk dapat menguasai seni investasi.

    Anda akan mempelajari tentang saham, obligasi, pasar uang dan juga reksadana, baik perbedaannya, kemiripannya, serta bagaimana cara memanfaatkannya. Utamanya, tentu saja karena kita adalah komunitas yang berfokus pada reksadana, maka kita juga akan lebih banyak membicarakan tentang reksadana dan menjelaskan mengapa reksadana juga merupakan bentuk investasi terbaik diantara semuanya.

    Saham

    Pernahkah anda berangan-angan untuk memiliki “kepingan” dari PT Telkom? Atau Bank BCA, misalnya?

    Dengan saham anda dapat mewujudkannya! Saham pada dasarnya adalah “sebagian” dari perusahaan. Saham adalah bentuk kepemilikan dalam arti paling harfiahnya: anda memiliki setiap “kepingan” dari setiap meja, brankas, kontrak maupun penjualan yang dilakukan oleh perusahaan tersebut. Semakin banyak saham yang anda miliki, semakin besar juga bagian kepemilikan anda dalam perusahaan.

    Saham dimaksudkan oleh perusahaan untuk memperoleh pendanaan tambahan untuk bisnisnya, yaitu dengan menjual “bagian” dari perusahaannya kepada para investor. Harga saham untuk tiap perusahaan bisa sangat jauh berbeda.

    Bagaimana Harga Saham Ditentukan?
    Itu semua ditentukan oleh pendapatan perusahaan. Anggaplah anda memiliki sebuah perusahaan yang menghasilkan profit sebesar 10 juta setiap tahunnya. Dengan harga berapa kira-kira anda akan menjual perusahaan tersebut? Katakanlah anda menawarkannya dengan harga 100 juta. Apakah ada yang akan mau membelinya?

    Bagi pembeli potensial, ia akan menilai situasi ini dengan pertanyaan, “Berapa profit yang akan saya peroleh jika saya menginvestasikan uang saya di tempat lain?”

    Jika pembeli tersebut membeli perusahaan anda dengan harga 100 juta, maka pada dasarnya ia berinvestasi pada wahana yang dapat menghasilkan tingkat keuntungan sebesar 10 juta per tahun. Jika ia tidak dapat menemukan wahana lain yang dapat menghasilkan tingkat keuntungan yang sama atau lebih besar, maka ia sudah tentu akan bersedia membeli penawaran sebesar 100 juta tersebut. Tetapi jika dapat menemukannya, maka tentu saja ia tidak akan bersedia membeli perusahaan anda tersebut. Anda mungkin harus mengurangi nilai penawaran anda.

    Faktor lain yang juga perlu dipertimbangkan adalah potensi pertumbuhan keuntungan. Perusahaan anda mungkin hanya dapat menghasilkan 10 juta saat ini, tetapi di tahun depan berpeluang menghasilkan keuntungan 20 juta. Demi tingkat keuntungan 10% dan potensi pertumbuhannya, seorang investor mungkin akan bersedia membayar 150 juta untuk perusahaan anda. Ia boleh jadi hanya menerima keuntungan 6.6% di tahun ini, tetapi di tahun depan keuntungannya akan berlipat menjadi 13.3%, dan mungkin akan lebih lagi di tahun berikutnya.

    Jadi 150 jutanya sekarang dapat dianggap sebagai investasi karena ia berharap akan dapat mencapai tujuan investasinya tersebut, hingga anda dapat menjual perusahaan anda senilai 50 juta lebih banyak. Inilah alasan mengapa saham-saham dari beberapa perusahaan Internet pernah mengalami kenaikan yang sangat pesat meskipun di saat sekarang mereka tidak lagi menghasilkan banyak keuntungan. Banyak orang yang memproyeksikan bahwa keuntungannya di masa depan akan membaik, hingga mereka mau berinvestasi dalam suatu perusahaan di masa sekarang.

    Apa Itu Bursa Saham?
    Bursa saham adalah tempat dimana perusahaan dapat menawarkan sahamnya untuk dijual. Mereka melakukan hal ini melalui penawaran perdana (Initial Public Offering - IPO). Jika suatu perusahaan menjual 10 juta lembar saham dengan harga per lembar senilai 1, maka berarti perusahaan tersebut dapat memperoleh tambahan dana segar sebesar 10 juta.

    Pada umumnya perusahaan memerlukan dana tambahan untuk berbagai alasan. Pada umumnya adalah untuk mengembangkan bisnisnya ataupun untuk membayar hutang.

    Investor potensial yang mencari penawaran perdana saham dari suatu perusahaan juga akan menanyakan dua hal yang sama seperti di atas. Bagaimana potensi keuntungan perusahaan tersebut dan apakah ada investasi lain yang mungkin dapat memberinya keuntungan lebih besar? Jika mereka memutuskan bahwa potensi keuntungan perusahaan tersebut bagus dan dapat menawarkan tingkat pengembalian yang lebih baik, maka mereka bersedia berinvestasi.

    Itu sebabnya mengapa banyak perusahaan yang memberi harga yang menarik pada penawaran perdana sahamnya.

    Setelah penawaran perdana, ribuan atau jutaan investor yang telah membeli saham tersebut dapat kembali ke bursa saham untuk menjual sahamnya kepada investor yang lain, sehingga dimulailah perdagangan saham. Bursa saham hanyalah semacam tempat penampungan untuk perdagangan ini.

    Apa Yang Menyebabkan Gejolak Harga Saham?
    Faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham dapat dibagi menjadi faktor makro dan mikro.

    Faktor makro adalah faktor-faktor yang mempengaruhi ekonomi secara keseluruhan. Tingkat suku bunga yang tinggi, inflasi, tingkat produktivitas nasional, politik dan lain sebagainya dapat memiliki dampak penting pada potensi keuntungan perusahaan hingga pada akhirnya juga akan mempengaruhi harga sahamnya.

    Faktor mikro adalah faktor-faktor yang berdampak secara langsung pada perusahaan itu sendiri. Perubahan manajemen, harga dan ketersediaan bahan mentah, produktivitas pekerja dan lain sebagainya yang akan dapat mempengaruhi kinerja keuntungan perusahaan tersebut secara individual.

    Para manajer investasi dan investor saham harus mempelajari baik sebab makro maupun mikro untuk dapat menilai profitabilitas dari suatu perusahaan untuk menentukan harga yang “layak” untuk sahamnya.

    Apa yang menyebabkan volatilitas atau gejolak harga adalah karena sering adanya perbedaan opini tentang kemana arah profitabilitas perusahaan tersebut. Di saat banyak orang berppikir bahwa profitabilitas suatu perusahaan menurun, maka akan lebih banyak yang menjual sahamnya sehingga harganya juga akan menurun. Tentu saja, hal yang sebaliknya juga dapat terjadi.

    Dividen
    Kenaikan harga ataupun penambahan modal bukanlah satu-satunya cara untuk dapat menghasilkan keuntungan. Banyak perusahaan yang juga membayarkan dividen tahunan. Ini adalah pembayaran tunai yang mencerminkan bagian dari profit perusahaan tersebut. Tetapi tentu saja sepenuhnya merupakan kebijaksanaan dari perusahaan tersebut untuk memberikan dividen atau tidak. Mereka tidak wajib melakukannya. Tetapi pada umumnya, mereka tetap akan memberikan sebagian dari profitnya sebagai bentuk penghargaan kepada para investornya.

    Diversifikasi Risiko
    Walaupun sejarah menunjukkan bahwa harga saham dari perusahaan yang baik akan meningkat dalam jangka panjang, tetapi tetap tidak ada jaminan, khususnya pada saham-saham perusahaan individual. Suatu perusahaan bisa saja bangkrut, dan jika itu terjadi, maka harga sahamnya akan jatuh hingga nol dan ini berarti anda kehilangan seluruh uang anda yang telah diinvestasikan dalam saham tersebut.

    Cara terbaik untuk menghindari kerugian yang menyakitkan ini adalah dengan mendiversifikasi investasi dengan memiliki berbagai macam saham dari perusahaan-perusahaan yang berbeda. Akan lebih baik lagi jika saham-saham tersebut berasal dari berbagai sektor berbeda ataupun dari negara asal yang berbeda. Kunci dari diversifikasi yang baik adalah tingkat korelasi yang kecil antara tiap saham, semakin kecil korelasinya maka akan semakin baik. Dengan cara itu, kejatuhan atau bahkan bangkrutnya satu perusahaan tidak akan terlalu mempengaruhi dana investasi anda.

    Untuk pelaksanaannya anda dapat memilih untuk memiliki sejumlah saham dari berbagai perusahaan berbeda dan memonitornya sendiri satu per satu, atau cukup dengan hanya membeli suatu reksadana yang pada dasarnya sudah merupakan diversifikasi dari sekumpulan saham berbeda, dan biarkan manajer investasi profesional yang mengelola uang anda. Para manajer investasi inilah yang akan mendedikasikan waktunya untuk mengamati berbagai perusahaan dan potensi keuntungannya hingga besar kemungkinan mereka akan lebih baik dalam memilih saham-saham yang akan dibeli ataupun dijual agar dapat menghasilkan keuntungan lebih baik untuk dana yang telah anda investasikan. Dan yang jelas, anda akan terbebas dari stress karena tidak perlu mengamati harga saham berbagai perusahaan individual setiap hari!

    Obligasi
    Pernahkah anda kelupaan membawa cukup uang hingga terpaksa harus meminjamnya dari kenalan anda? Tentunya pernah. Kita semua tentu pernah meminjam uang dari seseorang. Dan ada banyak sebab mengapa kita perlu meminjam uang.

    Serupa dengan hal itu, perusahaan dan bahkan pemerintah pun, mungkin dari waktu ke waktu perlu untuk meminjam uang. Tetapi, jumlah uang yang dipinjamnya adalah dalam jumlah yang sangat besar. Dan apa yang dilakukan oleh perusahaan dan pemerintah itulah yang disebut dengan penerbitan obligasi.

    Apa Itu Obligasi?
    Pada dasarnya obligasi adalah pinjaman atau hutang, dimana anda adalah pihak adalah yang memberi piutang. Perusahaan atau pemerintah yang meminjam uang dari anda harus setuju untuk tidak sekedar mengembalikan uang yang dipinjamnya, tetapi juga membayar sedikit tambahan dalam bentuk bunga atas haknya untuk meminjam uang tersebut. Pembayaran bunga ini (dalam bentuk kupon) biasanya diberikan pada jangka waktu tertentu (misalnya tahunan). Jumlah pokok dari uang yang dipinjamkan akan dikembalikan kepada yang memberikan piutang pada tanggal tertentu. Tanggal inilah yang disebut dengan “jatuh tempo”.

    Obligasi adalah surat hutang berupa kertas yang berisi pernyataan bahwa suatu perusahaan tertentu meminjam sejumlah uang dari anda. Perbedaan utama antara saham dan obligasi adalah bahwa dalam obligasi, perusahaan menjamin untuk membayar kembali jumlah pokok hutangnya kepada anda dengan ditambah bunganya. Anda tahu dengan pasti berapa jumlah yang akan anda peroleh kembali, dan kapan anda akan memperolehnya.

    Obligasi dengan tanggal jatuh tempo yang kurang dari satu tahun dikenal juga dengan instrumen pasar uang (ada juga reksadana yang murni berinvestasi dalam instrumen pasar uang ini). Obligasi dapat dianggap sebagai investasi “pendapatan tetap”, ini karena mereka membayarkan sejumlah “pendapatan” yang tetap kepada para investornya.

    Seberapa Besarkah Risiko Obligasi?
    Meskipun perusahaan yang berhutang tersebut menjamin untuk membayar kembali, bukan berarti lalu obligasi itu bebas risiko. Perusahaan dan bahkan pemerintah bisa saja bangkrut. Hanya saja jika itu sampai terjadi, para pemegang obligasi akan dianggap sebagai jajaran para pemberi kredit yang akan lebih diprioritaskan dalam pembagian aset yang dilikuidasi atau dijual saat perusahaan bangkrut, sementara para pemegang saham akan baru akan diperhitungkan setelahnya.

    Tetapi mungkin hal yang paling menjadi risiko bagi para pemegang obligasi adalah kenaikan tingkat inflasi. Saat ekonomi mengalami perkembangan pesat dan tingkat pengangguran berkurang, itu adalah saat-saat dimana obligasi dan para pemegangnya akan paling banyak menderita kerugian (sementara hal yang sebaliknya terjadi, obligasi malah akan diuntungkan oleh terjadinya resesi ekonomi).

    Inflasi akan menyebabkan melambungnya harga-harga. Ini berarti uang senilai 10 di saat ini, di masa depan mungkin hanya akan dapat membeli barang dan jasa senilai kurang dari 10. Jadi pendapatan tetap dari obligasi akan berkurang daya belinya saat terjadi inflasi. Ini berarti juga bahwa uang yang anda peroleh kembali saat obligasi tersebut telah jatuh tempo di masa depan, dapat berkurang nilainya daripada nilai sekarang saat anda baru menghutangkannya. Jadi semakin tinggi tingkat inflasi, semakin cepat juga pengurangan nilai dari obligasi anda.

    Tingkat Suku Bunga
    Tingkat suku bunga adalah hal lain yang juga perlu diperhatikan oleh para pemegang obligasi. Kenaikan tingkat suku bunga akan menyebabkan penurunan harga obligasi, dan demikian juga sebaliknya. Ini karena obligasi membayarkan kupon dengan nilai tertentu yang tetap. Jika tingkat suku bunga menurun, maka orang bersedia membayar lebih untuk obligasi karena nilai kupon dari obligasi tersebut mencerminkan tingkat pengembalian yang lebih tinggi daripada tingkat suku bunga. Sebaliknya jika tingkat suku bunga meningkat, jarang orang yang mau membeli obligasi karena pendapatan dari tingkat suku bunga akan lebih baik daripada nilai kupon obligasi, karena itu maka harga obligasi pun jatuh (ini disebut juga dengan depresiasi modal).

    Reksadana Pendapatan Tetap
    Jika anda menganggap bahwa obligasi adalah bagian penting dari portofolio investasi anda, tetapi tidak memiliki waktu ataupun kekurangan modal untuk membeli obligasi-obligasi lokal (yang harganya bisa sangat tinggi), maka lebih baik anda berinvestasi dalam reksadana yang bergerak dalam instrumen obligasi, yaitu reksadana pendapatan tetap. Reksadana pendapatan tetap pada dasarnya adalah kumpulan dari berbagai jenis obligasi. Daripada berinvestasi pada setiap obligasi individual, pada reksadana pendapatan tetap ini, anda sebenarnya telah memiliki portofolio dari berbagai jenis obligasi.

    Banyak orang yang lebih memilih untuk berinvestasi dalam reksadana pendapatan tetap untuk mendiversifikasi investasinya yang berinstrumen pendapatan tetap atau obligasi. Bahkan para investor agresif sekalipun akan berinvestasi dalam instrumen pendapatan tetap di saat memerlukannya

    Pasar Uang
    Pasar uang, meskipun namanya demikian, tidak memperdagangkan mata uang.

    Yang diperdagangkannya adalah instrumen hutang berjangka pendek yang sangat likuid dan berisiko rendah yang diterbitkan oleh pemerintah, institusi keuangan dan perusahaan, misalnya sertifikat deposito dan commercial papers. Waktu jatuh tempo dari instrumen ini bisa mulai dari sehari hingga setahun, tetapi pada umumnya berjangka waktu kurang dari 90 hari.

    Bagaimana Cara Kerjanya?
    Secara umum, instrumen pasar uang bekerja atas prinsip diskon, yaitu penjualan saat ini di pasar uang pada harga yang lebih rendah daripada saat pembayaran di masa depan pada jangka waktu yang telah ditentukan. Misalnya, sertifikat deposito yang diperdagangkan saat ini sebesar 100 tetapi dapat ditebus 90 hari kemudian seharga 101.5 (berarti profit sebesar 1.5% per 3 bulan atau sekitar 6% per tahun).

    Instrumen pasar uang dapat dianggap berisiko sangat rendah. Surat-surat hutang jangka pendek yang diterbitkan oleh perusahaan, bank dan pemerintah biasanya terjamin dan tingkat kegagalan atau kerugiannya sangat kecil.

    Bagaimana Cara Investasinya?
    Sayangnya, kebanyakan pasar uang hanya ditujukan untuk para investor institusional besar dan bukannya untuk investor kecil. Satu-satunya cara bagi investor kecil untuk dapat berpartisipasi dalam instrumen ini adalah dengan membeli reksadana pasar uang.

    Akan anda temukan bahwa pada umumnya, reksadana jenis ini akan memiliki kinerja yang sangat stabil dan konsisten. Reksadana pasar uang sangat baik bagi investor yang cenderung menghindari risiko atau risk averse. Bagi para investor yang memikirkan cara investasi alternatif yang memberikan tingkat pengembalian relatif lebih baik daripada deposito di bank dan dengan risiko yang sangat rendah, maka reksadana pasar uang sangat tepat untuk mereka.

    Bahkan bagi para investor agresif yang sudah terbiasa dengan reksadana saham yang berisiko tinggi sekalipun, para pakar menganjurkan bahwa tetap harus ada sebagian dari portfolionya yang diinvestasikan dalam instrumen pasar uang yang lebih stabil dan likuid.

    Di saat darurat, dimana sewaktu-waktu anda memerlukan uang cash, maka anda dapat tinggal menarik atau me-redeem uang anda di reksadana pasar uang dengan hampir tanpa mengalami penurunan nilai.

    Reksadana
    Ini adalah alasn utama anda untuk berada di forum ini. Diyakini bahwa reksadana adalah instrumen investasi terbaik untuk anda.

    Apa Itu Reksadana?
    Pada bagian sebelumnya kita telah membicarakan tentang saham, obligasi dan pasar uang. Reksadana pada dasarnya adalah portofolio dari saham, obligasi ataupun pasar uang. Nilai dari tiap portofolionya adalah jumlah dari setiap investasi (baik saham, obligasi maupun pasar uang) yang dimiliknya. Anda juga akan memiliki bagian dari portofolio tersebut ketika anda membeli suatu reksadana.

    Reksadana adalah sarana investasi yang sederhana dimana setiap orang dengan tujuan investasi yang sama mengumpulkan dana mereka untuk dikelola oleh seorang manajer investasi profesional sesuai dengan tujuan investasinya.

    Kekayaan/aset suatu reksadana tidak dipegang oleh manajer investasinya. Manajer investasi tersebut hanya mengelola aset tersebut mewakili para investor. Aset tersebut adalah milik para investor dimana kepemilikannya dinyatakan dalam Unit Penyertaan (UP) reksadana tersebut.

    Jenis-jenis Reksadana
    Pada umumnya semua reksadana mempunyai kesamaan struktur, tetapi berbeda tujuan. Beberapa reksadana menekankan keamanan dan kestabilan, dan yang lainnya untuk pertumbuhan jangka panjang. Oleh karena itu, adalah hal yang penting bagi anda untuk menetapkan tujuan anda sebelum memilih suatu reksadana.

    Jenis-jenis reksadana antara lain adalah:

    • Reksadana pendapatan tetap (Fixed Income Fund): Bersifat lebih stabilYaitu reksadana yang berinvestasi pada instrumen fixed income yang berkualitas baik seperti sertifikat deposito, commercial papers dan sertifikat obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan swasta, BUMN, pemerintah, dan lain sebagainya. Instrumen-instrumen tersebut memberikan tingkat suku bunga yang lebih tinggi dibandingkan tabungan bank namun tetap bersifat konservatif. Reksadana pendapatan tetap cocok untuk orang yang ingin berinvestasi jangka pendek atau yang tidak ingin mengambil risiko kehilangan sebagian nilai investasinya. Namun anda tidak dapat berharap akan mendapatkan keuntungan yang besar apabila anda mempertimbangkan tingkat inflasi per tahun.
    • Reksadana saham (Equity Fund): Bersifat jangka panjangReksadana saham biasanya menginvestasikan dananya pada saham-saham yang dicatatkan di bursa yang mewakili kepemilikan di dalam perusahaan. Reksadana saham paling cocok untuk orang yang ingin berinvestasi jangka panjang, untuk beberapa tahun bahkan mungkin beberapa dekade.Ide di belakang reksadana saham adalah bahwa harga-harga saham mengalami kecenderungan naik dan turun di dalam jangka pendek, namun sejarah menunjukkan bahwa reksadana saham menghasilkan keuntungan yang lebih besar dalam jangka panjang dibandingkan dengan investasi pada fixed income. Jadi, sementara investasi anda pada reksadana saham mengalami penurunan ataupun kenaikan nilai setiap harinya, dalam jangka panjang hasilnya akan lebih besar besar daripada jika anda menginvestasikannya dalam reksadana pasar uang atau reksadana campuran, khususnya jika dibandingkan dengan tingkat inflasi tiap tahun.
    • Reksadana campuran (Balance Fund): Kombinasi dari kedua reksadana sebelumnyaReksadana campuran berinvestasi baik pada instrumen fixed income jangka pendek maupun pada saham-saham perusahaan yang dicatatkan di bursa. Reksadana jenis ini mengoptimalkan keuntungannya melalui saham-saham di pasar modal, tetapi di sisi lain sebagai penyangganya adalah melalui instrumen fixed income.

    Unit Penyertaan & Nilai Aktiva Bersih (NAB)
    Kepemilikan reksadana direpresentasikan melalui unit penyertaan. Anda sebagai investor mempunyai sejumlah unit tertentu dari reksadana, tergantung berapa besar dana yang anda investasikan dalam reksadana tersebut. Investor akan mendapatkan bagian dari keuntungan atau kerugian reksadana setiap waktu. Setiap reksadana mempunyai apa yang disebut harga unit penyertaan atau lazim disebut Nilai Aktiva Bersih (Net Assets Value) yaitu nilai dari setiap satu unit penyertaan reksadana.

    Kebanyakan reksadana menghitung harga unit penyertaannya setiap hari, karena nilai dari saham-saham dalam portfolio reksadana berubah harganya juga setiap hari mengikuti pergerakan dari saham-saham di pasar modal dan pasar uang. Harga saham reksadana dihitung dengan membagi nilai portfolio dalam reksadana dengan jumlah saham yang beredar dari reksadana tersebut.

    Kutip
    Contoh ilustrasi:
    Pada saat peluncurannya di bulan Januari, reksadana A mempunyai total nilai seluruh investasi Rp 5.000.000.000 sedangkan jumlah unit penyertaan yang beredar 5.000.000 lembar, maka NAB reksadana A adalah Rp. 1.000.

    Pada saat peluncurannya itu juga, anda menginvestasikan Rp. 2.000.000 ke dalam reksadana tersebut dengan NAB Rp. 1.000, maka jumlah unit penyertaan reksadana yang anda miliki adalah 2.000 unit.

    Pada bulan Maret, harga-harga saham mengalami penurunan hingga NAB turun menjadi Rp. 900, anda masih mempunyai 2.000 unit penyertaan, tetapi total nilai investasi anda sekarang menjadi tinggal Rp. 1.800.000.

    Pada bulan Juni NAB naik menjadi Rp. 1100, berarti investasi anda juga mengalami kenaikan, dimana jumlah yang anda miliki tetap 2.000 unit penyertaan tetapi sekarang dengan nilai investasi total sebesar Rp. 2.200.000.

    Mengapa Reksadana?
    Alasan utamanya sama seperti mengapa orang tertarik untuk berinvestasi, yaitu untuk memperoleh keuntungan finansial. Selain itu, reksadana juga menawarkan beberapa keuntungan tertentu.

    Keuntungan Berinvestasi Dalam Reksadana

    • Legal dan terjaminPerlu diperhatikan bahwa yang dimaksud dengan “terjamin” dalam hal ini adalah bukan berarti investasi tersebut pasti akan menguntungkan, tetapi bahwa investasi dalam reksadana adalah sepenuhnya legal sehingga aman dari unsur scam atau penipuan. Untuk dapat meluncurkan sebuah produk reksadana, manajer investasinya harus telah terakreditasi oleh Bapepam (Badan Pengawasan Pasar Modal). Selain itu, seluruh dana milik investor juga ditempatkan di bank kustodian yang independen, dana tersebut tidak dipegang oleh manajer investasi sehingga tidak perlu ada kekhawatiran bahwa manajer investasi akan membawa lari dana tersebut. Manajer investasi hanya dapat menggunakan dana tersebut untuk trading sesuai dengan misi investasinya.Kutip
      Bagaimana dengan kasus “reksadana bodong” atau “reksadana palsu” seperti yang pernah terjadi?

      Perlu diketahui bahwa dalam kasus tersebut, yang “bodong” bukan reksadana ataupun manajer investasinya, tetapi adalah bank-nya (itu sebabnya yang berurusan dengan kepolisian dalam hal ini adalah pihak bank yang bersangkutan dan bukan manajer investasinya). Pihak bank tersebut memang melakukan manipulasi dengan tidak menyetorkan dana investor kepada pihak manajer investasi yang mengelola reksadana yang bersangkutan, karena memang bank tersebut bukan agen penjual resmi.

      Sekali lagi dikatakan, manajer investasi tidak dapat melarikan uang investor karena sistemnya memang sudah dibuat demikian, dana investor disimpan di bank kustodian independen (yang pada umumnya bukan bank agen penjual) sehingga manajer investasi tidak akan pernah dapat menggunakan dana investor selain untuk trading sesuai misi dalam reksadana yang dikelolanya.

      Tips agar tidak mengulang kejadian tersebut, tertipu oleh “bank-bank bodong” adalah dengan memastikan terlebih dahulu bahwa bank tersebut memang benar-benar merupakan agen penjual resmi dari reksadana yang ingin anda beli (dapat dicek dengan menghubungi manajer investasinya langsung ataupun ke pihak Bapepam). Dan sebaiknya gunakan bank-bank yang bonafid, jangan berurusan dengan bank-bank gurem.

    • Profitabilitas tinggiTingkat pengembalian dari reksadana relatif lebih tinggi daripada suku bunga deposito berjangka apalagi tabungan biasa.
    • Bebas pajakTidak seperti halnya rekening tabungan ataupun deposito berjangka (dimana bunganya masih dikenakan pajak), profit yang diperoleh dari reksadana sejauh ini adalah sepenuhnya milik anda tanpa dikenakan pajak.
    • Modal relatif kecilAnda tidak memerlukan dana yang besar untuk dapat berinvestasi dalam reksadana. Walaupun pada umumnya reksadana mempunyai batasan minimal untuk setiap pembelian unit penyertaan, namun jumlahnya relatif kecil bila dibandingkan dengan banyaknya jenis portofolio yang ada di dalam reksadana tersebut. Umumnya batasan minimal dari manajer investasi reksadana untuk setiap unit penyertaan berkisar antara Rp. 200.000 sampai dengan Rp. 5.000.000.
    • Dikelola oleh manajer profesionalAnda terbebas dari stress ataupun kerepotan karena reksadana dikelola oleh manajer investasi yang handal. Manajer investasi itulah yang mencari peluang investasi yang paling baik untuk reksadana tersebut. Pada prinsipnya, manajer investasi bekerja keras untuk meneliti ribuan peluang investasi bagi pemegang unit reksadana. Sedangkan pilihan investasi itu sendiri dipengaruhi oleh tujuan investasi dari reksadana tersebut.
    • LikuidYang dimaksud dengan likuiditas disini adalah kemudahan untuk menarik atau me-redeem dana investasi tersebut kapanpun, tidak seperti deposito berjangka yang hanya dapat ditarik pada periode tertentu.
    • TerdiversifikasiDiversifikasi adalah istilah investasi dimana anda tidak menempatkan seluruh dana anda hanya di dalam satu peluang investasi, dengan maksud membagi dan mengurangi resiko. Manajer investasi melakukan diversifikasi portfolionya dengan memilih berbagai macam saham, sehingga kinerja satu saham tidak akan terlalu mempengaruhi keseluruhan kinerja reksadana. Pada umumnya, reksadana mempunyai kurang lebih 30 sampai 60 jenis saham dari berbagai perusahaan.Bandingkan situasi diatas jika anda membeli sendiri saham secara langsung, anda mungkin hanya dapat membeli satu jenis saham saja, hingga nilai dari portfolio anda tentunya akan sangat bergantung seluruhnya pada kinerja harga saham tersebut. Jika kinerjanya baik, anda akan mendapatkan keuntungan, tetapi jika harga saham tersebut jatuh, anda juga akan mendapatkan kerugian yang persentasenya sebesar kejatuhan saham tersebut. Diversifikasi memberikan keseimbangan dengan memberikan batasan maksimum tingkat kerugian yang mungkin terjadi atas investasi pada suatu jenis saham.

      Kutip
      Contoh kasus keuntungan diversifikasi:
      Anda menginvestasikan Rp. 5.000.000 dalam suatu reksadana yang mempunyai portofolio beberapa macam saham dimana 1% dari asetnya diinvestasikan pada saham perusahaan A.

      Pada hari berikutnya, nilai saham dari A mengalami penurunan 25%.

      Jika saja anda menginvestasikan seluruh uang anda pada saham A, maka Rp. 5.000.000 anda akan turun menjadi Rp. 3.750.000. Tetapi dalam reksadana, dimana saham A hanya sebesar 1% saja dari keseluruhan portofolio, maka penurunan harga saham A itu hanya sedikit pengaruhnya dari keseluruhan aset reksadana tersebut.

    Faktor Biaya
    Apabila anda membandingkan biaya investasi pada reksadana dengan waktu yang anda perlukan untuk memilih saham atau instrumen pasar uang anda secara langsung di bursa, maka anda akan menyadari bahwa berinvestasi di reksadana sebenarnya sangat ekonomis.

    Biaya-biaya dalam reksadana adalah:

    • Biaya manajemen tahunanBiaya tersebut digunakan untuk mengelola reksadana. Anda tidak membayar biaya tersebut secara langsung, tetapi sudah diperhitungkan ke dalam nilai reksadana tersebut. Biaya manajemen untuk reksadana pasar uang biasanya tidak lebih dari 1% per tahun, dan untuk reksadana saham bisa mencapai 2.5% per tahun.
    • Biaya pembelianBiaya ini dibayar di muka saat membeli unit penyertaan reksadana. Besar biaya tersebut berkisar antara 0% - 5% tergantung dari jenis dan penempatan dari masing-masing reksadana.
    • Biaya penarikanIni adalah biaya yang dibebankan sewaktu anda menjual atau mencairkan unit penyertaan reksadana anda.

    Faktor Risiko

    Setiap bisnis ataupun investasi pasti melibatkan unsur risiko, demikian juga dengan reksadana. Faktor-faktor risiko yang terkandung dalam reksadana adalah:

    • Risiko perubahan kondisi ekonomi makro dan politikSistem ekonomi terbuka yang dianut oleh Indonesia sangat rentan terhadap perubahan ekonomi international. Perubahan kondisi perekonomian dan politik di dalam maupun di luar negeri atau peraturan khususnya di bidang pasar uang dan pasar modal merupakan faktor yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan-perusahaan di Indonesia, termasuk perusahaan-perusahaan yang tercatat di bursa efek di Indonesia, yang secara tidak langsung akan mempengaruhi kinerja portfolio reksadana.
    • Risiko berkurangnya nilai Unit PenyertaanNilai Unit Penyertaan reksadana dapat berfluktuasi akibat kenaikan atau penurunan Nilai Aktiva Bersih. Penurunan tersebut dapat disebabkan oleh antara lain:
    • Perubahan harga efek ekuitas dan efek lainnya.
    • Biaya-biaya yang dikenakan setiap kali pemodal melakukan pembelian dan penjualan.
    • Risiko wanprestasi oleh pihak-pihak terkaitRisiko ini dapat terjadi apabila rekan usaha dari manajer investasi telah gagal memenuhi kewajibannya. Rekan usaha yang dimaksud dapat termasuk tetapi tidak terbatas pada emiten, pialang, bank kustodian dan agen penjual.
    • Risiko likuiditasPenjualan kembali (pelunasan) tergantung kepada likuiditas dari portfolio atau kemampuan manajer investasi untuk membeli kembali (melunasi) dengan menyediakan uang tunai.
    • Risiko kehilangan kesempatan transaksi investasi pada saat pengajuan klaim asuransiDalam hal terjadinya kerusakan atau kehilangan atas surat-surat berharga dan aset reksadana yang disimpan di bank kustodian, maka bank kustodian dilindungi oleh asuransi yang akan menanggung biaya penggantian surat-surat berharga tersebut. Selama tenggang waktu penggantian tersebut, manajer investasi tidak dapat melakukan transaksi investasi atas surat-surat berharga tersebut, dan kehilangan kesempatan melakukan transaksi investasi ini dapat berpengaruh terhadap Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan.

    Penentuan Tingkat Risiko Anda
    Ada banyak pengukuran toleransi risiko yang akan memberikan anda beberapa pertanyaan untuk dapat menentukan profil risiko anda. Pada umumnya mereka akan memberitahukan apa yang sebenarnya sudah anda ketahui. Banyak di antara kita yang sudah cukup mengetahui sebenarnya risiko seperti apa yang dapat kita terima sehingga kita tidak memerlukan test semacam itu lagi untuk dapat mengetahuinya.

    Tetapi yang perlu anda sadari adalah, bahwa situasi dalam kehidupan anda mungkin akan memaksa anda untuk menerima risiko pada tingkat tertentu, tidak peduli seperti apa tingkat penerimaan anda akan risiko tersebut. Tidak peduli risiko dengan “selera” seperti apa yang ingin anda ambil, ini adalah lebih tentang risiko seperti apa yang sanggup anda terima dalam situasi tersebut.

    Berikut ini adalah faktor-faktor yang menentukan risiko yang sanggup anda terima:

    • Jangka waktu (usia)Semakin panjang jangka waktu (atau semakin muda usia anda), maka akan semakin besar risiko yang dapat anda terima. Semakin panjang waktu yang anda miliki, semakin mampu anda untuk mengarungi siklus dan gejolak pasar, sehingga anda tidak perlu terpaksa menjual di saat merugi, tapi selalu dapat menunggu hingga saatnya profit. Juga kekuatan compounding akan meningkatkan nilai portfolio anda seiring dengan berlalunya waktu.Kebalikannya adalah, semakin sedikit waktu yang anda miliki (atau semakin tua usia anda), maka semakin sedikit risiko yang dapat anda terima. Jika anda sudah dekat dengan masa pensiun, maka yang terbaik adalah anda menginvestasikan dana anda dalam reksadana yang bersifat konservatif. Ini karena anda tentunya tidak ingin berada dalam situasi sangat memerlukan dana tersebut di saat pasar sedang dalam keadaan menurun. Anda dapat dipaksa oleh keadaan untuk menjual aset anda di saat yang tidak menguntungkan tersebut.
    • Transisi risikoSaat jangka waktu investasi anda telah dekat, anda harus menurunkan tingkat risiko investasi anda. Misalnya, saat ini anda telah memiliki investasi berpotensi keuntungan tinggi tetapi juga berisiko tinggi, untuk 20 tahun. Pada tahun ke-15, adalah hal yang bijaksana untuk menurunkannya ke tingkat menengah, dan kemudian menurunkannya lagi ke tingkat rendah pada tahun ke-18. Dengan cara ini anda dapat tetap mempertahankan keuntungan yang telah didapat pada tahun-tahun sebelumnya.
    • TabunganJika anda telah memiliki tabungan paling tidak senilai 4 - 6 bulan gaji, maka anda akan lebih sanggup untuk dapat berinvestasi dalam investasi berisiko tinggi. Di saat darurat, anda masih memiliki cukup dana cash sehingga anda tidak perlu untuk melikuidasi investasi anda.Jika anda belum memiliki sejumlah dana cash ini, maka anda lebih baik menempatkan investasi anda pada tingkat risiko yang rendah. Sewaktu-waktu anda memerlukannya, besar kemungkinan anda tidak akan mengalami kerugian karena penurunan nilai.
    • Gaya hidupPerhatikan baik-baik gaya hidup anda. Pensiun seperti bagaimana yang anda inginkan? Atau untuk tujuan apa anda berinvestasi? Jika anda sudah merasa puas dengan sebuah rumah sederhana saat pensiun, maka anda tidak perlu mengambil risiko tinggi, tanpa peduli berapa usia anda sekarang.Tidak perlu berinvestasi dalam investasi berisiko tinggi hanya karena ikut-ikutan. Tentukan terlebih dahulu apa yang anda perlukan dan berinvestasilah sesuai dengan hal itu.

    Secara umum, ada korelasi yang sangat erat antara tingkat risiko dan potensi keuntungan. Semakin tinggi tingkat risiko, maka semakin tinggi juga potensi keuntungannya. Perlu diperhatikan disini istilah “potensi” yang berarti juga tidak ada jaminan pasti. Instrumen berisiko tinggi terkadang juga mengalami kerugian besar.

    Jadi anda harus berhati-hati untuk menentukan apakah situasi hidup anda cukup memungkinkan bagi anda untuk menerima kerugian seperti itu. Jika tidak, maka lebih baik anda memilih investasi pada tingkat risiko yang lebih rendah, tidak peduli seperti apa pun “selera” anda tentang risiko

    Dikutip dari: http://www.forumreksadana.com/index.php/topic,2.0.html

    Published by Arif Isnaeni on 02 Mar 2008

    Reksadana syari`ah [Fafwa MUI: http://mui.or.id]

    Bismillahirrahmanirrahim :

    Lokakarya Alim Ulama tentang Reksadana Syariah, yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesiabekerjasama dengan Bank Muamalat Indonesia tanggal 24-25 Rabiul Awwal 1417 H. bertepatan dengan 29-30 Juli 1997 M. di Jakarta, setelah

    MENIMBANG :
    ………….dan seterusnya…………………..

    MENGINGAT :
    Pedoman dasar, Pedoman Rumah Tangga dan Program Kerja Majelis Ulama Indonesia tahun 1995-2000.

    MENDENGAR :


    1. Pengarahan Menteri Keuangan RI sekaligus membuka Lokakarya yang disampaikan oleh Zafril Razief Anwar, MBA, Direktur Lembaga Keuangan Departemen Keuangan RI;
    2. Pengarahan Gubernur Bank Indonesia Prof. DR. Soedradjat Djiwandono tentang `Prospek Penyertaan Bank dalam Reksadana ditinjau dari Undang-undang dan Peraturan di Indonesia;
    3. Sambutan Ketua Umum MUI yang disampaikan oleh Sekretaris Umum MUI Drs. H.A. Nazri Adlani pada pembukaan Lokakarya;
    4. Sambutan Ketua Bappepam, I Putu Gede Ary Suta, sebagai Keynote Speaker;
    5. Ceramah-ceramah


      1. Prof. K.H. Ibrahim Hosen, LML, Ketua / Ketua Komisi Fatwa MUI, tentang “Perluasan Usaha Bank Syariah Ditinjau dari Perspekstif Hukum Fiqih”, Nik Mustafa Nik Hasan tentang ” Akad-akad Syariah dalam Permodalan “;
      2. Drs. Zainul Arifin, MBA, Direktur Utama Bank Muamalat, tentang “Hubungan dan Peran Bank Syariah dalam Reksadan Syariah “;
      3. Drs. H. Said Agil Husin Al Munawwar, MA, tentang “Pasar Modal dalam Pandangan Islam”;
      4. In Iwan Ponco, MM, Direktur PT. Danareksa tentang “Prospek Reksadana Syariah dalam Pasar Modal Indonesia”;
      5. Hj. Rohani Dt. Mohd. Sharir, Abrar Securities tentang “Profit Generating System in Islamic Unit Trust, Case of Abrar Securities”;
      6. Dr. Abdul Hall m Islamil Direktur BIMB Securities, tentang “Islamic Securities Market: Malaysian Experience”;
      7. Shafqat Ali Memon, Managing Director, Citi Islamic Investment Bank, tentang “Gloval Collective Investment Schemes and its Potential in Islamic Banking
      8. William Dark, Manajer Wellington Management Company, tentang “Islamic Securities Market: Australian Experience”;

    MEMPERHATIKAN :
    Pendapat, saran dan usul dari seluruh peserta lokakrya, baik pada Sidang Pleno maupun pada Sidang-sidang Komisi.
    Dengan memohon Taufiq dan Hidayah dari Allah SWT, Lokakarya Majelis Ulama Indonesia tentang Reksadana Syariah :” Peluang dan Tantangannya di Indonesia mengambil kesimpulan dan rumusan tentang
    Pandangan Hukum Islam Terhadap Reksadana dan Reksadana Syariah sebagai berikut :


    1. URGENSI REKSADANA
      Menindaklanjuti pembicara-pembicara dan Tanya jawab pada lokakarya ulama tentang reksadana Syariah yang berintikan bahwa menghadapi globalisasi pada abad 21 Ummat Islam dihadapkan kepada realitas dunia yang serba cepat dan canggih. Tak terkecuali didalammya masalah ekonomi dan keuangan. Namun bagi Ummat Islam, produk-produk tersebut perlu dicermati, karena dikembangkan dari jasa keuangan konvensional yang netral terhadap nilai dan ajaran agama.
      Salah satu produk yang tengah berkembang saat ini di Indonesia adalah reksadana yang diluar negeri dikenal dengan ” Unit Trust ” atau ” Mutual Fund “. Reksadana adalah sebuah wadah dimana masyarakat dapat menginvestasikan dananya dan oleh pengurusnya (manager investasi) dana itu diinvestasikan ke portofolio efek. Reksadana merupakan jalan keluar bagi para pemodal kecil yang ingin ikut serta dalam pasar modal dengan modal minimal yang relative kecil dan kemampuan menanggung resiko yang sedikit.
      Reksadana memiliki andil yang amat besar dalam perekonomian nasional karena dapat memobilisasi dana untuk pertumbuhan dan pengembangan perusahaan-perusahaan nasional, baik BUMN maupun swasta. Disisi lain, reksadana memberikan keuntungan kepada masyarakat berupa keamanan dan keuntungan materi yang meningkatkan kesejahteraan material.


    2. PANDANGAN SYARIAH TENTANG REKSADANA
      Pada prinsipnya setiap sesuatau dalam muamalat adalah dibolehkan selama tidak bertentangan dengan Syariah, mengikuti kaidah fiqih yang dipegang oleh mazhab Hambali dan para fuqaha lainnya yaitu :
      Prinsip dasar dalam transaksi dan syarat-syarat yang berkenaan dengannya ialah boleh diadakan, selama tidak dilarang oleh Syariah atau bertentangan dengan nash Syariah. ( Al Fiqh al Islamy wa Adillatuh, Juz IV hal 199 ).
      Allah SWT memerintahkan orang-orang yang beriman agar memenuhi akad yang mereka lakukan seperti yang disebut, dalam Al Qur’an :
      ” Hai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad itu. ( QS. Al Maidah : 1 ) “
      Syarat-syarat yang berlaku dalam sebuah akad, adalah syarat-syarat yang ditentukan sendiri kaum muslimin, selama tidak melanggar ajaran Islam. Rasulullah SAW memberi batasan tersebut dalam hadist :
      ” Perdamaian itu boleh antara orang-orang Islam kecuali perdamaian yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram. Orang-orang Islam wajib memenuhi syarat-syarat yang mereka sepakati kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram. (HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan Tirmizy dari Amru bin ‘Auf). “
      Dalam reksadana konvensional berisi akad maumalah yang dibolehkan dalam Islam, yaitu jual beli dan bagi hasil (mudharbah/musyarakah). Dan disana terdapat banyak maslahat, seperti memajukan perekonomian, saling memberi keuntungan diantara para pelakunya, meminimalkan resiko dalam pasar modal dan sebagainya. Namun didalamnya juga ada hal-hal yang bertentangan dengan Syariah, baik dalam segi akad, operasi, investasi, transaksi dan pembagian keuntungannya.
      Syariah dapat menerima usaha semacam reksadana sepanjang hal yang tidak bertentangan dengan Syariah. Dr. Wahbah Az Zuhaily berkata :
      Dan setiap syarat yang tidak bertentangan dengan dasar-dasar syariat dan dapat disamakan hukumnya (diqiyaskan) dengan syarat-syarat yang sah. (Al Fiqh al Islamy Wa Adillatuh, hal 200).
      Prinsip dalam berakad harus mengikuti hukum yang telah digariskan oleh Allah SWT yang disebutkan dalam Al-Qur’an.
      Hai orang-orang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu…… ( QS. An Nisaa : 29 ).

    3. URGENSI REKSADANA SYARIAH
      Adalah sesuatu yang lazim terjadi dalam kehidupan social bahwa sebagian orang yang memiliki kemampuan melaksanakan kegiatan bisnis dan ekonomi tapi tidak memiliki modal . Sementara di sisi lain ada yang memiliki harta, tapi tidak cakap dalam mengembangkannya, Berkata Al Baijuri :
      Dalil dibolehkannya Qiradh adalah ijma’ dan hajat, karena ada pemilik harta yang tidak mampu mengelola modalnya, dan sebaliknya ada orang mampu mengelolanya tetapi tidak punya modal. Maka yang pertama memerlukan pengelolaan modal, sementaran yang kedua memerlukan pekerjaan.(Hasyiah Fathul Qarib Al Baijuri,JUZ II hal 21)
      Reksadana sebagai lembaga yang mengelola harta memiliki kemapuan untuk mengembangkannya dari para pemilik modal secara sendiri-sendiri yang melakukannya. Reksadana adalah tuntutan perkembangan ekonomi yang akan terus berkembang. Ia akan menghimpun dana dari ummat yang tidak dapat dicegah untuk berinvestasi di Reksadana. Disisi lain ummmat Islam harus dapat bersaing dalam bidang ekonomi dalam usaha mempersiapkan diri menghadapi globalisasi yang kian mendekat dan sukar dihindari. Kegiatan rekasadana yang ada sekarang masih banyak mengandung unsur-unsur yang tidak sesuai dengan syariah Islam, baik dari akad, sasaran investasi, teknis transaksi, pendapatan, maupun dalam hal pembagian keuntunganya. Untuk itu perlu dibentuk Reksadana Syariah, dimana reksadana ini mengikuti prinsip-prinsip syariah dalam bidang Muamalah maliyah. Adanya Reksadana syariah merupakan uapaya untuk memberi jalan bagi ummat Islam agar tidak bermuamalah dan memakan harta dengan cara yang bathil seperti yang disebutkan dalam Al Qur’an Surat An Nisa ayat 29
      Disamping itu reksadana Syariah menyediakan sarana bagi ummat Islam untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan nasional melalui investasi yang sesuai dengan syariat Islam.


    4. MASALAH-MASALAH POKOK YANG BERKAITAN DENGAN REKSADANA


      1. Kelembagaan
        Reksadana syariah dapat ditangani oleh sebuah lembaga keuangan yang berbentuk badan hokum yang sesuai dengan ketentuan perudang-undangan yang berlaku. Lembaga badan hokum seperti itu memang belum dikenal selama ini dalam peristilahan fiqih klasik. Tetapi badan hukum tersebut merupakan gabungan dari para pemegang saham yang masing-masing terkena taqlif. Oleh karena itu lembaga tersebut dapat dinyatakan sebagai Syakhsiyyah Hukmiyyah yang bertanggung jawab dalam pengelolaan Reksadana Syariah. Sedangkan para pengurus lembaga tersebut merupakan para wakil. Berkata Dr. Mustafa Ahmad Zarqa.
        Fiqih Islam mengakui adanya Syaksiyyah Hukmiyyah atau I’tibariyyah (badan hukum)…. (Madkhal al fiqh al’Aam, Dr. Musthafa Ahmad Zarqa, Vol III hal 256)

        Berkata Dr. Wahbah Az Zuhaily :
        Fikih Islam mengakui apa yang disebut dalam hukum positif sebagai syaksiyyah I’tibariyyah atau syakksiyyah ma’nawiyah atau syakhisyah mujarrodah (badan hukum), dengan mengakui keberadaan sebagai lembaga-lembaga umum, seperti yayasan, perhimpunan, perusahaan dan masjid, sebagai syaksiyah (badan) yang menyerupai syaksiyyah manusia pada segi kecakapan memiliki, mempunyai hak-hak menjalankan kewajiban-kewajiban, memikul tanggung jawab yang berdiri sendiri secara umum terlepas dari tanggung jawab para anggota atau pendirinya. ( Al Figh al Iglamywa Adillatuh Juz IV hal 11

      2. Hubungan Investor dengan Lembaga

        1. Akad antara investor dengan lembaga hendaknya dilakukan dengan sistem Mudharabah/Qiradh. Yang dimaksud dengan Mudharabah disini adalah :
          ” Seseorang memberikan hartanya kepad yang lain untuk diperdagangkan dengan ketentuan bahwa keuntungan yang diperoleh dibagi antara kedua pihak, sesuai dengan syarat-syarat yang disepakati kedua belah pihak…..
          Warga Irak menyebutnya Mudharabah sedangkan warga Hijaz mrnyebutnya Qiradh…. ( Al Mughni Juz V hal 26 ).
          Pemilik harta (modal) memberikan harta kepada para pekerja untuk menjadi modal dagang, dengan ketentuan bahwa keuntungannya dibagi bersama sesuai dengan syarat yang disepakati kedua pihak. (Al Fizhul Islamy wa Adillatuh, Juz IV, hal 836).
          Dengan demikian Mudharabah / giradh disepakati bolehnya dalam syariah oleh 4 mazhab figh Islam

        2. Saham Reksadana Syariah dapat diperjual belikan

          1. Ayat Al Quran yang menyatakan praktek jual di halalkan oleh Allah SWT.
            Dan Allah menghalalkan jual beli (QS. Al-Bagarah : 275)
            Khusus mengenai jual beli pemilikan sebagian syarikat (saham) antar pemilik syarikat, Ibnu Qudamah mengatakan
            Jika salah seorang dari yang berkongsi membeli bagian (saham) temannya dalam perkongsian, hukumnya boleh, karena is membeli hak milik orang lain. (AlMughni Juz V hal : 56)
          2. Saham itu merupakan harta (mal) milik investor yang bisa dimanfaatkan dan diperjualkan
            … Syarat kedua,barang yang diperjual belikan adalah bermanfaat. Barang yang tidak bermanfaat bukan. Karena itu mengambil harta dengan imbalan barang yang tidak bermanfaat adalah batal. Barang yang tidak bermanfaat,tidak sah jual. (Raudhatut Tahliban, Juz III hal : 68 & 69).
          3. Jual beli saham itu sudah menjadikan kelaziman (Urf) al-Tujjar (para pengusaha).Dr.Abdul Hamid Mahmud al Ba’Iy seperti di kutip Dr.Samir Abdul Hamid Ridhwan mengatakan
            Kaidah Fiqih “Sesuatu yang berlaku berdasarkan nash”dapat menjadi dasar untuk untuk melakukan transaksi transaksi serta memberikan kebebasan buat mereka yang mengadakan transaksi untuk menghindari kesukaran-kesukaran muamalat dengan sesame manusia,ketiga ruang lingkup muamalat harta semakin meluas dan bentuk muamalat semakin berkembang, Khususnya pada bidang transaksi antara lain perusahaan. “(Dr.Samir Abdul Hamid Ridhwan,Aswaq al Awraaq al Maaliyah,HIT,hal 258).
          4. Tidak adanya unsur penipuan (Gahrar) Karena nilai saham jelas. Semua saham yang di keluarkan reksadana tercatat dalam administrasi yang rapih dan penyebutan harga harus dilakukan dengan jelas.

    5. Kegiatan Investasi Reksadana

      1. Dalam melakukan kegiatan investasi
        Reksadana Syariah dapat melakukan apa saja sepanjang tidak bertentangan dengan syariah. Diantara investasi tidak halal yang tidak bpleh dilakukan adalah dalam bidang perjudian, pelacuran, pornographi, makanan dan minuman yang haram, lembaga keuangan ribawi dan lain-lain yang ditentukan oleh Dewan Pengawas Syariah.
      2. Akad yang dilakukan oleh Reksadana Syariah dengan emiten dapat dilakukan melalui:
        1. Mudharabah (Qiradh) Musyarakah, Reksadana Syariah yang dalam hal ini bertindak selaku Mudharib dalam kaitannya dengan investor dapat melakukan akad Mudharabah (Qiradh)/Musyarakah. Dr Wahbah Az Zuhaily menjelaskan :
          “….Mazhab Hanafi mengatakan: Mudaharib tidak boleh mengadakan Mudharabah dengan orang lain kecuali pemilik harta memberikan mandat….. Sedangkan Mazhab selain hanaft, seperti para ulama Maliki mengatakan : ‘Amil (Mudharib) akan menanggung resiko apabila modal qiradh yang diterimanya dari pemberi modal diserahkan lagi kepada pihak ketiga untuk dikembangkan dengan akad qiradh juga, apabila pemilik modal tidak mengizinkannya. (Al Fiqhul Islamy wa Adillatuh juz IV hal : 858 & 860 ).
          “…Jika pemilik harta (modal) menyetujui/mengizinkan kepada amil (mudharib) untuk memberikan harta (modal)-nya kepada orang lain dengan kad mudharabah, hukumnya boleh, demikian disebutkan oleh Ahmad bin Hanbal. Dan kami tidak mengetahui pendapat lain dalam masalah tersebut….” (Al-Mughni juz V, hal : 858 & 860).

          Berkata Al Mawardi :
          ……..Ketahuilah, bahwa Amil Qiradh dilarang untuk melakukan Muqaradhah dengan orang lain dengan harta modal Qiradh tersebut selama tidak ada izin dari pemilik modal secara sah dan jelas….(Al-Mudharabah lil Mawardi, hal 194-199).
      3. Jual-Beli
        Reksadana Syariah berlaku mudharib juga dibolehkan melakukan jual beli saham, sebagaimana ditunjukkan oleh bagian B.2 di atas. Berkata ibnu Qudamah :
        Jika salah seorang dari orang berkongsi membeli sebagian (saham) temannya dalam perkongsian, hukumnya boleh, karena si membeli hak milik orang lain. (al-Mughni Juz V hal:56).

    6. Mekanisme Transaksi

      1. Dalam melakukan transaksi Reksadana Syariah tidak diperbolehkan melakukan tindakan spekulasi, yang didalamnya mengandung gharar seperti najsy (penawaran palsu), ihtikar dan tindakan spekulasi lainnya.
        “Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Ibnu Umar yang mengatakan bahwa Nabi SAW melarang Najsy (menawar sesuatu bukan untuk membeli tapi untuk menaikan harga). (Subulussalam juz III. Hal. 18)
      2. Produk-produk transaksi reksadana pada umumnya seperti Spot, Forward, Swap, Option dan produk-produk lain yang biasa dilakukan Reksadana hendaknya menjadi bahan penelitian dan pengkajian dari Reksadana Syariah.
      3. Untuk Membahas persoalan-persoalan yang memerlukan penelitian dan pengkajian, seperti penyeleksian perusahaan-perusahaan investasi, pemurnian pendapatan, formula pembagian keuntungan dan sebagainya, hendaknya dibentuk Dewan Pengawas Syariah yang ditunjuk oleh MUI.


    PENUTUP
    Dalam uraian di atas tampak jelas sekali bahwa syariah Islamiyah sebagai manhajul hayah muslim telah mengakomodasi segala kebutuhan muslim sekaligus memberikan arahan dan rambu-rambu dalam segenap aspek ibadah, siyasah dan muamalah.
    Dalam kaitan Reksadana pada prinsipnya Syariah bukan saja memberikan peluang tetapi bahkan menawarkan beberapa jenis instrumen yang dapat dikembangkan. Pelaksanaan dan pengembangan ini dapat saja dilakukan selama kaidah-kaidah syariah tidak dilanggar.
    Disamping itu tampaknya “pekerjaan rumah” bagi kita masih sangat banyak diantaranya :

    • Perlu adanya Dewan Pengawas Syariah Lembaga Keuangan Islam Nasional yang mencakup perbankan, asuransi, multi finance, reksadana dan lembaga-lembaga keuangan Islam lainnya. Untuk memastikan otoritas Dewan Syariah Nasional ini perlu dibentuk bersama antara MUI, BI dan Depkeu.
    • Untuk memastikan segenap operasi berdasarkan syariah, demikian juga penyelesaian ketika terjadi perselisihan antara investor dan KIK perlu disalurkan penyelesaiannya melalui lembaga pemutus sengketa syariah, dalam hal ini adalah BAMUI.
    • Demi menjaga kepentingan investor demikian juga pelaksana PIS (Pedoman Investasi Syariah) perlu adanya suatu aturan sejenis PP (Peraturan Pemerintah) yang dikeluarkan oleh Menkeu atau SK Ketua Bapepam yang mempunyai fungsi memerintah, mengikat dan memiliki sanksi.
    • Untuk memungkinkan dana yang terhimpun oleh reksadana syariah oleh pengusaha-pengusaha berskala kecil – menengah (yang nota bene kebanyakan terdiri dari ummat Islam) perlu adanya suatu aturan yang mengharuskan reksadana syariah mengalokasikan sebagian investasinya pada bursa parallel dan emiten-emiten berskala kecil.


      Jakarta, 25 Rabiul Awal 1417 H.
      30 Juli 1997

      Lokakarya Alim Ulama tentang Reksadana Syariah
      Pimpinan Sidang
      Ketua Sekretaris

      KH. Ma`ruf Amin H.M. Syafi`I Antonio, MSc.


      Dewan Pimpinan
      MAJELIS ULAMA INDONESIA

      Ketua Sekretaris Umum


      KH. Hasan Basri Drs. H.A. Nazri Adlani

    dikutip dari: http://mui.or.id/mui_in/fatwa.php?id=72

    Next »